Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

9 Mitos Seputar Kesehatan


PISANG bisa membuat gemuk, atau kanker tidak bisa dicegah? Mungkin pernyataan ini sudah akrab ditelinga Anda. Tetapi, apakah pernyataan ini benar? Ini hanya mitos semata. Membedakan mitos dengan fakta sangat penting, terutama untuk membuat pilihan yang sehat. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar kesehatan yang bisa menjadi panduan Anda dalam membuat pilihan yang tepat bagi kesehatan.

Mitos: Kanker tidak bisa dicegah

Fakta: Para ilmuwan memperkirakan bahwa 50% kematian akibat kanker di Amerika disebabkan oleh kondisi sosial dan lingkungan serta pilihan-pilihan yang tidak sehat. Kondisi dan pilihan yang tidak sehat ini bisa menyebabkan diet yang tidak sehat, obesitas, atau kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan kurangnya aktivitas fisik. Sekarang, telah ditemukan cara untuk menghindari kanker termasuk kanker paru-paru, serviks, kolon, rektal dan kanker kulit.

Pada umunya, kanker bisa dicegah dengan:

* Menghindari rokok atau produk-produk dari tembakau
* Menghindari jadi perokok pasif
* Jangan minum terlalu banyak alkohol
* Menghindari penambahan berat badan dan mempertahankan berat badan sehat
* Makan 5 takaran atau lebih buah dan sayuran setiap hari serta mengikuti pola diet rendah lemak
* Menyeimbangkan asupan kalori dengan aktivitas fisik
* Aktif secara fisik
* Melindungi kulit dari sinar matahari
* Mendukung usaha masyarakat dalam mengembangkan lingkungan sosial dan fisik yang sehat


Mitos: Anda tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah diabetes jenis 2

Fakta: Diabetes terbukti bisa dicegah. Studi-studi telah menunjukkan kalau orang yang berisiko mengidap diabetes jenis 2 bisa mencegahnya dengan menurunkan berat badan sekitar 5-7% dari berat badan mereka. Anda tentu bisa melakukannya dengan menerapkan pola makan sehat dan melakukan aktivitas fiisk selama 30 menit 5 kali seminggu.

Mitos: Orang dewasa tidak perlu melakukan vaksinasi kecuali jika bepergian ke luar negeri

Fakta: Vaksin tidak hanya untuk anak-anak atau orang yang akan melakukan perjalanan. Sudah terlalu banyak orang dewasa yang jatuh sakit, lumpuh bahkan meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan mudah dengan pemberian vaksin. Karena itu, semua orang dewasa bahkan yang sudah tua bisa mendapatkan keuntungan dari vaksinasi. Vaksin membantu mencegah infeksi dan menyelamatkan hidup. Vaksin bisa mengontrol penyakit infeksi yang umum dialami seperti polio, campak, radang tenggorokan, pertusis, penyakit gondok, tetanus, serta Haemophilus influenzae type b (Hib).


Mitos: Jika tidak ada gejala berarti Anda tidak mengidap penyakit menular seksual (PMS)

Fakta: Banyak PMS yang tidak mempunyai gejala padahal kerusakan serius sudah terjadi di organ-organ reproduksi. Satu-satunya cara mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan. Jika Anda curiga atau jika pasangan Anda mengalami gejala-gejala segeralah periksa ke dokter.

Mitos: Diet rendah lemak merupakan cara sehat menurunkan berat badan

Fakta: Diet rendah lemak paling sering dilakukan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan. Tapi, membuang semua lemak dari dafter diet Anda bisa mengganggu kesehatan. Diet yang sangat rendah lemak atau tanpa lemak tidak bisa mencukupi energi untuk pertumbuhan yang sehat. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat bisa meningkatkan resistensi insulin. Olahraga dipadukan dengan diet seimbang tetap merupakan cara terbaik menurunkan berat badan.

Mitos: Pisang merupakan makanan yang menggemukkan

Fakta: pisang adalah makanan yang rendah lemak. Pisang hanya mengandung 1/2 gram lemak dan 95 kalori. Selain itu, pisang juga kaya kalium.

Mitos: Tidak ada salahnya menghindari sarapan pagi

Fakta: Sangat penting untuk sarapan pagi. Saat tidur, kita sudah berpuasa sekitar 8 jam, jadi sangat penting untuk makan setelah berpuasa. Walaupun mereka yang menghindari sarapan pagi bisa menambah asupan energinya di siang hari, tetapi mereka tidak mendapatkan semua vitamin dan mineral yang bisa didapat dari makan pagi yang sederhana.

Mitos: Mematahkan ruas jari picu arthritis

Fakta: kedengarannya sangat mengganggu. Tetapi, Anda tidak bisa menghentikan orang yang menimbulkan keributan di sebelah Anda karena sibuk mematahkan ruas jarinya, dengan alasan ini. Tidak ada studi yang telah menunjukkan adanya hubungan antara mematah-matahkan ruas jari dengan rasa sakit akibat arthritis. Tetapi, ada kisah lain yang menjadi pegangan Anda. Berdasarkan sebuah studi, peregangan ligamen yang terjadi berulang-ulang saat
mematah-matahkan tangan bisa menimbulkan peradangan dan memperlemah daya genggam.

Mitos: Orang kegemukan karena sistem metabolisme yang lambat

Fakta: Hal ini mungkin sudah sering Anda dengar tetapi studi-studi telah menegaskan, Anda tidak bisa menjadikan metabolisme lambat sebagai alasan untuk kelebihan berat badan. Tentu saja, masih banyak alasan fisik lain yang
menyebabkan terjadinya kelebihan berat badan. Tetapi, studi-studi baru-baru ini menunjukkan kalau orang gemuk mempunyai sistem metabolisme yang lebih cepat dan membakar lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang
lebih langsing.
(Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/04/16/1063/5/9-Mitos-Seputar-Kesehatan)

Mitos-Mitos Dalam Kesehatan Terungkap


Kata orang, membaca dalam cahaya remang dapat membuat seseorang kehilangan penglihatannya. Apa benar seperti itu? Mitos-mitos kepercayaan serupa memang sering diturunkan dari para nenek moyang tanpa ada bukti yang jelas. Nah belum lama ini, dua peneliti dari Amerika Serikat mencoba untuk mencari pembuktikan untuk mencari kebenaran tujuh mitos kesehatan umum yang biasa dipercaya masyarakat.

Berikut hasil penelitian mereka yang telah dirilis dalam American Journal of Psychology dan British Medical Journal.

Mitos 1. Membaca dalam cahaya remang merusak penglihatan. Menurut sebagian besar para spesialis mata, membaca dalam cahaya remang tidak akan menimbulkan kerusakan permanen. Namun akan membuat Anda sering berkedip lebih sering, dan kesulitan untuk fokus ketika membaca.
Mitos 2. Mencukur membuat bulu tumbuh lebih cepat dan lebih kasar.

Ternyata menghilangkan bulu tubuh dengan mencukur tidak menyebabkan bulu akan menjadi lebih cepat tumbuh dan lebih kasar. Namun bulu baru yang tumbuh meruncing karena di cukur memberi kesan lebih kasar dari bulu yang tidak dicukur.

Mitos 3. Mengonsumsi daging kalkun membuat Anda mengantuk.

Hal ini terkait karena daging kalkun mengandung amino acid yang disebut trytophan yang mempengaruhi saraf tidur dan mood Anda. Namun, kandungan trytophan dalam kalkun tidak lebih banyak dari trytophan yang terkandung dala, ayam atau daging cincang. Kebiasaan makan dan minum berlebihan terutama saat pesta'lah yang membuat Anda mengantuk.

Mitos 4. Manusia hanya menggunakan 10% dari fungsi otaknya.

Mitos ini muncul tahun 1907, namun sudah terbukti bahwa tidak ada satu area otak pun yang tidak bekerja atau tidak aktif.

Mitos 5. Rambut dan kuku tetap tumbuh setelah kematian.

Mitos ini muncul mungkin karena novel-novel misteri tentang kisah-kisah hantu. Namun kenyataannya, setelah manusia meninggal, kulit akan kering dan mengkerut sehingga menimbulkan kesan rambut dan kuku menjadi lebih panjang.

Mitos 6. Signal ponsel berbahaya ketika di rumah sakit.

Meskipun banyak yang mengatakan signal ponsel dapat mengacaukan mesin-mesin perlengkapan kesehatan di rumah sakit, penelitian ini memiliki hasil sebaliknya. Signal ponsel tidak terlalu memberi pengaruh pada perlengkapan kesehatan tersebut.

Satu mitos lagi adalah kebutuhan untuk minum air putih minimal 8 gelas sehari. Meski memang baik untuk tubuh, namun penelitian yang dilakukan oleh Aaron Carroll, seorang asisten profesor Pediatrics di Insitutut Regenstrief dan Rachel Vreeman, rekan peneliti di pusat penelitian kesehatan anak-anak di Indiana University School of Medicine, tidak menemukan hasil penelitian yang menuliskan 1 hari harus mengkonsumsi 8 gelas air putih.

(Sumber: http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=6217)

Cuci Tangan di Cekungan Kulit Durian Hilangkan Bau

Bagi pecinta durian pasti mengetahui mitos beken ini, konon katanya bagi yang mau hilangkan bau durian di jari-jari caranya adalah dengan menuangkan air di cekungan kulit durian dan kemudia mencuci tangan dari cekungan tersebut.

Bukan hanya itu, untuk menghilangkan bau mulut karena durian juga bisa dilakukan dengan cara yang sama. Padahal sama sekali tidak ada penjelasan medis akan hal tersebut. Sebenarnya semua itu lebih kepada sugesti kita. Cara kita mempercayai dan meyakininya diyakini sebagai faktor utama hilangnya bau tersebut.

(Dari : Berbagai Sumber)

Mitos Seputar Tidur

Benarkah mendengkur bisa diobati? Apakah berat badan kita ber-pengaruh pada pola tidur? Ada berbagai jawaban mengenai hal itu dan sebagian adalah berupa mitos.
Yang mana yang benar ?
Mitos#1: Mengorok sangat mengganggu, tetapi tidak terlalu berbahaya. Siapa bilang? Yang jelas, mengorok sangat mengganggu bagi teman tidurnya atau bagi orang yang tidur di kamar yang sama atau bahkan di rumah yang sama. Mengorok dapat merupakan tanda-tanda orang tersebut mengidap gangguan pada tidur atau yang disebut apnea.
Mitos#2: Mengorok dapat diobati, yaitu dengan cara menggunakan alat khusus Walaupun berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mengatasi masalah mendengkur dengan menggunakan alat khusus, hal ini berbahaya. Konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Mungkin dokter akan memberikan resep khusus untuk mengatasi masalah tersebut.
Mitos#3: Tubuh dapat beradaptasi paling tidak hanya dengan tidur selama dua atau tiga jam. Walaupun kebutuhan tidur setiap orang tidak sama, 8 jam setiap malam adalah jumlah jam yang disarankan untuk tidur setiap malam. Bila tidur kurang dari 6 jam semalam, dapat mempengaruhi kesehatan Anda, baik fisik maupun mental.
Mitos#4: Bila kurang tidur beberapa jam semalam, Anda dapat menggantinya pada malam berikutnya. Hal ini tidak benar. Kekurangan tidur tidak pernah bisa digantikan. Anda dapat tidur sesuai jadwal keesokan malamnya tetapi tetap tidak dapat menggantikan kekurangannya.
Mitos#5: Mengonsumi minuman beralkohol sebelum tidur dapat membuat tidur nyenyak. Memang, sih, alkohol memberikan efek penenang dan dapat membuat Anda mengantuk lalu tertidur. Tetapi ketenangan tidur tersebut hanya berlangsung selama 3-4 jam. Lalu, minuman yang menenangkan tersebut mulai mengganggu pola tidur Anda. Bentuk gangguan bisa berupa terbangun tengah malam, mimpi buruk, dan sakit kepala. Bila ingin tidur nyenyak, sebelum tidur minum susu hangat, teh herbal hangat, atau temukan cara lain selain minum alkohol.
Mitos#6: Berat badan tidak ada hubungannya dengan cara tidur. Hal ini jauh dari benar. Orang yang gemuk biasanya lebih banyak mendengkur. Penderita obesitas umumnya mengidap gejala apnea. Tambahan lagi, bila mengidap obesitas, posisi tidur sangat terbatas, tidak dapat menggerakan badan sesuka hati.
Mitos#7: Mimpi buruk dan nightmare merupakan hal yang sama. Kedua jenis ini merupakan gangguan yang berbeda. Mimpi buruk merupakan mimpi yang menyeramkan. Bila terbangun tengah malam karena mimpi buruk, si pemimpi dapat ingat akan mimpinya sampai hal yang sekecil-kecilnya. Sementara nightmare merupakan hal yang menakutkan. Si pemimpi, pada waktu terbangun tengah malam, biasanya tidak dapat mengingat apa yang membuat dia takut tetapi gejala teror tetap ada dan membutuhkan waktu untuk kembali tenang.
Mitos#8: Enuresis/mengompol adalah jenis gangguan yang hanya dialami oleh anak-anak. Enuresis/mengompol memang lebih sering dialami oleh anak-anak, tetapi orang dewasa dapat mengalaminya dan biasanya bisa menimbulkan berbagai macam masalah. Ada beberapa metode untuk mengatasi enuresis. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Mitos#9: Sebaiknya jangan menggunakan alarm untuk membangunkan Anda. Dulu hal ini dibenarkan tetapi penelitian membuktikan, selama alarm tidak mengejutkan, hal ini tidak masalah.
Mitos#10: Jumlah jam tidur kaum manula/orang tua biasanya lebih sedikit dibanding orang muda. Hal ini tidak benar. Pada dasarnya, manusia membutuhkan jumlah jam tidur yang sama, baik tua maupun muda. Kaum manula, biar bagaimanapun, memiliki masalah-masalah khusus yang menghalangi mereka untuk tidur sesuai dengan yang mereka butuhkan.

(Sumber: http://74.125.153.132/search?q=cache:0KbXejSj1Z8J:www.depkes.go.id/index.php%3Foption%3Darticles%26task%3Dviewarticle%26artid%3D296%26Itemid%3D3+mitos+kesehatan&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id)

Mitos Masuk Angin

“Jangan hujan-hujanan, nanti sakit lho!” Kata-kata ini kerap kita dengar dari orangtua, teman, atau dari tetangga ketika hujan akan atau sedang turun. Ya, hujan-hujanan sangat identik dengan sakit, masuk angin, flu, dsb. Tidak hanya “berlaku” pada anak-anak, tapi juga pada orang dewasa. Benarkah seperti itu?

Ada banyak mitos kesehatan di sekitar kita yang kadung diyakini kebenarannya. Di antaranya mitos masuk angin, kerokan dan angin duduk. Masuk angin sering diasosiasikan dengan kehujanan, begadang (kurang tidur), tugas malam, ataupun perubahan musim (cuaca). Kerokan identik dengan usaha untuk “mengeluarkan angin” dari dalam tubuh. Sedangkan angin duduk sering dihubungkan dengan kematian mendadak tanpa sebab.

Masuk Angin dan Kehujanan

Bagaimana cerita sebenarnya? Mitos masuk angin memang ada benarnya, namun ada pula salahnya. Misal, kita beranggapan bahwa kehujanan bisa menyebabkan masuk angin, demam, batuk, pilek, dan badan linu-linu. Padahal ini adalah gejala khas dari infeksi virus influenza? Apa hubungan antara air hujan dengan virus influenza? Apakah di dalam air hujan terdapat virus influenza? Apakah di balik baju yang basah terdapat segerombolan virus yang siap menyerang? Tentu tidak. Lalu ketika kita usai kehujanan pula sering beberapa di antara kita merasakan perut kembung, kemudian melilit dan akhirnya mengalami diare. Apakah air hujan juga membawa bakteri perut? Apakah baju basah membuat bakteri jahat merembes menembus kulit dan otot? Tentu tidak.

Mengapa kita sakit setelah kehujanan? Apakah kita pernah berpikir bahwa para atlet renang yang hampir 8 jam sehari berada di kolam renang sering masuk angin? Bahkan kita sendiri saat berekreasi ke pantai atau berenang di kolam renang tetap segar bugar. Padahal sama-sama air? Mengapa bisa demikian?

Disiplin ilmu psikoneuroimunologi (PNI) menjelaskan dalil (hadis qudsi) bahwa Allah itu sebagaimana prasangka hamba-Nya. Prasangka adalah dugaan atau persepsi kita. Bila Allah saja wujud dan keberadaan-Nya tergantung kepada cara kita memahami dan memaknainya, apalagi sebuah fenomena dalam kehidupan. Persepsi kita adalah bentuk lain dari doa. Saat tubuh kita kehujanan, lalu kita merasa sengsara dan menganggap akan sakit, maka kemungkinan besar kita akan sakit.

Darimana datangnya ‘doa’ jelek tersebut? Dari informasi yang dicangkokkan ke dalam benak kita. Darimana datangnya informasi itu? Dari pengetahuan yang kita terima sebagai sebuah budaya. Dan budaya tersebut kemudian diwariskan secara turun-temurun. Lalu kita meyakininya sebagai sebuah kebenaran. Dengan demikian kita sudah berburuk sangka terhadap air hujan. Keyakinan bahwa kehujanan akan membuat sakit diterima dan menciptakan teror kecemasan di otak ketika kita mengalaminya. Saat cemas itulah terjadi peningkatan kadar hormon kortisol, sehingga sistem pertahanan tubuh menjadi lemah. Kondisi ini memudahkan kuman atau virus yang tidak diundang masuk dan menggangu sistem tubuh kita. Tanpa disadari, ketakutan dan kecemasan kita telah mengundang mereka untuk “berpesta”.

Darimana mereka datang? Bisa dari lingkungan sekitar, dari orang lain yang kita jumpai, atau bahkan dari antrean virus di sekitar lubang hidung kita yang memang sudah menunggu-nunggu giliran untuk masuk. Sedangkan pada kasus diare atau sakit perut, kuman yang menjadi penyebab bisa saja merupakan bagian dari “kuman baik” yang selama ini hidup dalam harmoni di sistem pencernaan kita. Mereka menjadi tidak terkendali dan “over populasi” ketika sistem pertahanan tubuh kita dilanda kecemasan. Akibatnya mereka lebih mementingkan keselamatan masing-masing. Inilah sebuah gambaran indah tentang manifestasi dan aplikasi sebuah doa. Sebagai sebuah harapan yang sarat dengan praduga, maka doa diefektori atau diijabah justru oleh sistem tubuh kita sendiri, Subhanallah.

Kerokan

Sebenarnya, kerokan termasuk sebuah metode terapi yang telah teruji secara ilmiah. Kerokan dapat digambarkan sebagai upaya untuk merangsang sistem pertahanan tubuh melalui induksi radang lokal. Dengan adanya faktor peradangan maka pembuluh darah akan melebar sesaat sehingga faktor-faktor pertahanan tubuh seperti interferon dan tumor nekrosis aktif kembali. Kondisi ini diharapkan akan membangkitkan ghirah sistem pertahanan tubuh untuk mengontrol keberadaan virus. Bahkan bila virus tersebut dianggap membahayakan, maka sistem pertahanan tubuh yang telah terstimulasi tersebut dapat mengeliminasi dan mendaur-ulang virus tersebut menjadi material biologis yang lebih bermanfaat.

Angin duduk

Angin duduk adalah gejala kelainan otot jantung yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini timbul karena kurangnya oksigen, sehingga banyak sel otot jantung mengalami kematian.
Mengapa otot jantung bisa mengalami kekurangan oksigen? Karena pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke bagian-bagian otot jantung tersumbat, karena adanya pembentukan “bukit-bukit” di dinding pembuluh darah bagian dalam. Bukit-bukit ini muncul karena adanya luka pada dinding bagian dalam akibat derasnya laju aliran darah serta banyaknya radikal bebas–khususnya yang berasal dari lemak jenuh.

Radikal bebas berbahaya karena sifat kimianya yang labil, sehingga ia cenderung mengambil sebagian elektron atau proton dari sel dinding pembuluh darah agar dirinya menjadi lebih stabil. Akibatnya sel tersebut rusak. Proses kerusakan itu pada gilirannya akan mengundang sistem perbaikan, tetapi bila kerusakan itu terjadi secara berulang maka penambalan yang terjadi akan “membukit”. Karena penyumbatan itu terjadi di pembuluh darah jantung yang bernama koroner, maka penyakitnya disebut jantung koroner. Jadi angin duduk sebenarnya adalah bagian dari gejala penyakit jantung koroner.

(Sumber: http://74.125.153.132/search?q=cache:ddEnGO6H6J4J:tintaungu.wordpress.com/2007/11/12/mitos-mitos-kesehatan-di-sekitar-kita/+mitos+kesehatan&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id)

Petai, Si Bau yang Berkhasiat Besar

Anda semua pasti mengenal bahwa Petai (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau kentut sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat.
Kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit.

Makanya jangan heran jika pete adalah buah yang disukai oleh para atlet top. Penelitian juga membuktikan bahwa pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah bahkan mengatasi beberapa macam penyakit dan kondisi buruk. Ini membuat pete menjadi salah satu makanan penting dalam makanan keseharian kita.

Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

PMS (premenstrual syndrome)
Jika mengalami PMS saat 'tamu' datang, anda tidak perlu minum pil ini ataupun itu, cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.

Anemia
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

Tekanan darah tinggi
Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium, tetapi rendah garam, sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Kemampuan otak
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istiraha, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.

Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan "penyakit" mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan, cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

Mual di pagi hari
Makan pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

Gigitan nyamuk
Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk, coba untuk menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa gatal dan bengkak dengan cara ini.

Untuk saraf
Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar, sehingga akan membantu menenangkan sistem saraf.

Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.
Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.

Luka lambung
Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus. Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

Mengatur suhu tubuh
Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah 'dingin' yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda misalnya, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau)
Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.

Merokok
Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya, bersama dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin

Stress
Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.

Stroke
Menurut riset dalam "The New England Journal of Medicine," makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.

Caplak
Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan berani bersumpah, jika anda ingin mematikan caplak, maka ambil sepotong pete, dan letakkan di caplak itu. Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan plester!


Setelah membaca semua fakta diatas maka anda harus percaya bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel, pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Pete juga kaya kalium dan merupakan buah dengan nilai makanan terbaik. Jadi mungkin sekaranglah saatnya anda mengubah kata-kata yang sudah terkenal mengenai apel itu menjadi: "A Petai a day keeps the doctor away" (makan pete tiap hari akan menjauhkan anda dari dokter).

(Sumber: http://www.kapanlagi.com/newp/a/0000001285.html)

Anggur Merah, Rahasia Panjang Umur

Sebuah campuran yang terdiri dari bahan minuman anggur merah ternyata mampu menjadi sebuah minuman yang menyehatkan dan disebut mampu sebagai sebuah penguak tabir panjang usianya seseorang. Demikian kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan oleh David Sinclair dari Harvard Medical School (Boston).
Para peneliti menemukan kenyataan bahwa aksi `resveratrol` pada buah dan sutra sama dengan aksi yang dikenal sebagai metode untuk memperpanjang hidup para binatang termasuk monyet. Hasil penemuan inilah yang membuka kemungkinan orang biasa mendapatkan sebuah pil yang bisa menguntungkan bagi diet dan memperpanjang usia.

"Kami menemukan bahwa senyawa kimia yang bisa memperpanjang harapan hidup disetiap organisme," ujar David Sinclair, pimpinan penelitian. "Besar harapan kami untuk segera melihat sebuah molekul yang bisa mengatasi ancaman penyakit lanjut usia seperti diabetes."

Sinclair dan rekannya dari Universitas Connecticut dan Universitas Brown Rhode Island mengatakan mereka kini sedang mencari kombinasi campuran yang bisa berdampak pada pembatasan kalori pada tubuh. Para ilmuwan kini memofuskan perhartian pada molekul yang disebut dengan `Sir2` yang didapat dari protein atau sirtuins.

Molekul ini banyak ditemukan di bakteri dan bisa digunakan untuk melawan dampak penuaan. "Kami tengah mencari molekul yang mampu aktif seperti pada sirtuin protein," jelas Sinclair. Tahun silam ia melaporkan bahwa senyawa kimia resveratrol mampu memperpanjang usia. Kini Sinclair melakukan percobaa pada buah yang bisa berbagi pada proses biologis pada manusia.

"Jika kami berikan campuran ini kepada binatang maka mereka akan bertambah panjang usianya dan lebih sehat," ujarnya. Sejauh ini Sinclair sedang mengembangkan `Sirtris` dalam bentuk pil yang disebut dengan `Longevinex`. Ia telah melakukan pengetesan campuran ini pada tikus yang disebut-sebut sangat dekat hubunganya dengan manusia.

"Jika bekerja dengan baik di tikus maka saya sangat percaya bias bekerja pada manusia," tekadnya. Ia menolak anggapan bahwa ia ingin memasarkan formula itu dalam bentuk pil. Ia mengatakan apa yang ia lakukan hanyalah berupaya menemukan molekul yang bisa memperpanjang kesehatan manusia dan tidak hanya sekedar lebih lama hidupnya.

(Sumber: http://www.kapanlagi.com/newp/a/0000001501.html)

Plak Gigi pun Ternyata Membahayakan

Dr Ali El-Solh dari University of Buffalo New York (AS) mengingatkan agar semua orang bisa menjaga kesehatan gigi. Menurut penelitian kecil yang dilakukan Dr Ali menunjukkan bahwa gigi yang kotor atau bahkan sampai terjadinya `plag` akan membuat sang pemilik gigi bisa mengalami penyakit paru-paru dan pneumonia. Dr Ali melakukan investigasi atas 8 pasien disebuah rumah sakit yang mengalami penyakit pneumonia. Dari pengamatan ini Dr Ali dengan jelas melihat bahwa penyakit pneumonia yang diderita oleh 8 pasien itu akibat plag pada gigi mereka sendiri.

Dr Ali juga mengatakan studi yang dilakukanya untuk melihat hubungan antara kesehatan gigi dengan penyakit yang berhubungan dengan pernafasan merupakan yang pertama. "Ini merupakan studi kali pertama yang melihat hubungan antara kesehatan gigi dengan infeksi pada saluran pernafasan."

Demikian jelas Dr. Ali El-Solh yang menjadi kepala tim peneliti. Hasil penelitian Dr Ali El-Solh ini dipublikasikan oleh the journal Chest. Selain melakukan penelitian atas para pasien penyakit pernafasan, Dr Ali El-Solh dan tekan juga melakukan pengujian atas 49 perawat rumah sakit tersebut.

Dimana semua perawat diketahui memiliki resiko yang besar terkena pneumonia. Karena molekul bakteri pneumonia melekat pada jari sang perawat. "Penelitian ini mengindikasikan bahwa plag pada gigi bisa menjadi tempat bagi pathogen yang bisa menyebabkan pneumonia."

Sehingga Dr Ali El-Solh menyarankan agar para perawat yang membantu pasien agar selalu memelihara gigi mereka.

(sumber: http://www.kapanlagi.com/newp/a/0000001741.html)